Tampilkan postingan dengan label happy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label happy. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

Dua Ribu Sebelas

Hampir setiap akhir tahun, sekejap, semua orang akan merasa heran, mengapa tahun ini berjalan begitu cepat? Lalu seperti kaleidoskop berita yang ditayangkan televisi, kitapun mulai memutar kembali tiap-tiap kejadian yang sudah terjadi. Masalah yang sudah terlewati, sakit hati yang sudah sembuh atau mungkin belum juga hilang perihnya, pencapaian-pencapaian yang ada, dan beberapa hal lucu yang sayang untuk tidak ditertawakan lagi.

Dua ribu sebelas, seperti bedak padat merk baru yang cocok di muka, walau kadang bikin iritasi juga. Cocok itu relatif ya ternyata? Bedak merk-merk sebelumnya yang entah kenapa saya tidak pernah menjadi wanita beruntung untuk mendapatkan yang bisa menempel dengan pas di wajah. Bedak itu adalah teman hidup. Kekasih. Pacar. Suami. Atau kata-kata lain yang mungkin mewakilinya. Lalu pernikahan, hidup bersama, berbagi kamar mandi dan tempat tidur. Apakah lampu kamar harus dimatikan tiap malam? Apakah boleh menguasai kamar mandi lebih dari setengah jam? Siapa yang mencuci piring? Siapa yang membereskan ruang tengah? 

Mendatangi kota dan negara baru berdua dengan segala pertengkaran dan tawa yang selalu menghasilkan senyum di kemudian hari. Memori terbaik adalah saat kita berdua meneriakkan kata-kata umpatan paling buruk di suatu danau buatan di tengah komplek Angkor Wat, teriak sekencang-kencangnya, lalu tertawa sampai keluar air mata.

Dan bell-pepper yang kemudian datang di saat kita belum menduganya. Membawa perubahan-perubahan lain, atmosfer baru yang membuat kita harus kembali membuat beberapa penyesuaian. Morning sickness, afternoon sickness, mood yang naik turun begitu cepat hingga kita kewalahan. Aku nggak bisa bau bawang. Aku nggak bisa masak lagi sekarang. Aku nggak suka bau cologne kamu. Dan semua tangisan saya, si control freak yang tiba-tiba ditampar (lagi), tidak ada yang benar-benar bisa dikendalikan di dunia ini... 

Dua ribu sepuluh saya menemukan kamu dengan perspektif baru. Dua ribu sepuluh saya akhiri dengan menjadi gadis yang paling berbahagia karena dilamar pacarnya. 

Dua ribu sebelas, saya menjadi istri seseorang. Menjadi anak bagi sepasang orang tua baru. Kakak bagi dua orang adik baru. Dan cukup beruntung merasakan tendangan-tendangan kecil bayi yang sekarang berukuran hampir sebesar mangga, tapi saya lebih suka memanggilanya bell-pepper. 

Semoga tahun depan, rumah mungil yang berada di samping deretan pohon jati itu menjadi milik kita bertiga. Lalu malam tahun baru ini, bisa dihabiskan dengan saling berpelukan di depan tv, sampai pagi.
(video via mutonk, junibacken)

Rabu, 02 Februari 2011

Mau Terharu Sebentar

Suatu hari, beberapa bulan yang lalu, saya melakukan keisengan rutin, googling nama blog sendiri. Absurd ya? Tapi saya melakukannya berkali-kali, gak ada jadwal khusus sih, kalau inget, pasti googling. Suatu hari saya seneng banget, se-seneng-senengnya, karena ternyata blog ini ada yang nge-link di Facebook Film Minggu Pagi di Victoria Park. Review amatir saya ini dapet likes dari Dewi Umaya Rachman yang adalah Produser film Minggu Pagi di Victoria Park.

Girang dong saya. Norak deh. Biarin.

Trus setelah itu, saya lepas dari euforia. Sekian bulan lupa, sampai barusan, saya iseng-iseng pengen baca postingan-postingan lama bulan Juni 2010. Eh bukan iseng sih, saya abis blogwalking dan menemukan satu tulisan yang saya RASA mirip sama tulisan yang pernah saya buat (okey, kita skip saja topik ini), baca semua posting di bulan Juni sampai ke review film Minggu Pagi itu. Saya jadi inget link di FB dulu, dan seneng lagi,  girang lagi. Jadi pengen baca 11 komen di posting itu. 

Baca dari urut dari atas. Senyum-senyum. Dan sampai di komen terakhir saya rasanya pengen jejeritan. There she is, Dewi Umaya, tidak hanya likes di FB, tapi dia ternyata nulis komentar juga di blog sayaaa!


dewiumaya mengatakan:
Icha, terima kasih sudah menonton dan me-review-nya dengan baik... Kami percaya bahwa penonton film Indonesia memiliki 'rasa' dan 'apresiasi' yang sangat baik terhadap film Indonesia.. Tetap semangat dan tetap dukung Perfilman Indonesia :) 
1 September 2010

--------

Today, i feel enlightened. 
Setiap orang, sekecil apapun perannya, sesederhana apapun karyanya, akan sangat senang diapresiasi. Dan saya juga senang diapresiasi semua orang yang baca tulisan-tulisan saya. Yang rajin nengokin blog ini. Yang nanyain kalau lama gak nulis. At least, ada satu hal dari saya yang bisa bikin seneng orang. Gak perlu banyak-banyak. 

 

Selasa, 28 Desember 2010

The Book of Decorating


---A room-by-room guide to creating a home that makes you happy---

Buku ini salah satu seserahan Roti Srikaya buat saya, lamaran, Hari Natal kemarin. One of my favorite. Bukunya masih disegel rapih. Yang baru semalam lewat telepon dia bilang, seharusnya ada kata-kata ini di lembar pertama buku itu:

"Semoga nanti kamu bisa pakai buku ini buat mendekorasi rumah kita. Kalaupun nggak, semoga kamu bisa menciptakan kebahagiaan, di manapun kita tinggal."

Terima kasih Natal nya yang udah dikadoin buat saya, ya... :)
December 25th, 2010.






All Pictures by My Super Talented Best Friend since Junior High School: Didit. Thaaanks a bunch!
Dan terima kasih ucapannya ya teman-teman, tolong kami didoakan, mudah-mudahan bisa mendekorasi hidup dengan baik :).

Selasa, 31 Agustus 2010

Percakapan kali ini,

di suatu perjalanan di sekitaran Sahardjo, Tebet, malam habis hujan pulang dari Salihara nonton Kua Etnika yang kehabisan tiket dan akhirnya duduk di selasar, nonton lewat giant screen berasa layar tancep sambil minum susu cimori rasa kopi...

RotiSrikaya: -entah melakukan apa lupa, yang bikin dia nge-rem mendadak-
Aku: Sukuriiin,, makan tu Oli Top One!!
RotiSrikaya: Kok Oli Top One?
Aku: Ya tadi di pinggir jalan yang keliatan tulisan itu...
RotiSrikaya: Dasar kamu, Permak Levi's!!
Aku: Apaaaa??? -gaplok RotiSrikaya-

Rabu, 25 Agustus 2010

GOAL

“If you want to live a happy life, tie it to a goal, not to people or things."-Albert Einstein

Jadi, itulah kenapa manusia banyak yang merasa gak happy hidupnya ya Pak Einstein...
Karena 'happy' adalah uang yang banyak,
adalah punya pacar,
adalah buku baru,
adalah gelar berderet,
adalah keliling Indonesia,
adalah menikah,
adalah punya anak,
adalah segala-galanya yang berupa kepemilikan sesuatu.

Jadi, happy itu tujuan ya. GOAL.
Adanya buat terus dikejar.
People dan things adalah cara untuk mengejar tujuan.
Kalau tercapai ya seneng.
Kalau gak tercapai ya pakai cara lain.
Harusnya gak mengurangi arti tujuannya.
Gak jadi gak bahagia.
Cara kan banyak ya...
Begitu bukan?

*matiin lampu, narik selimut, tengkurep, mikir*

Kamis, 08 Juli 2010

Thank You


From now on, I will always be the happiest girl on earth.
There's nothing i could hope for more.
Really.



Pic was taken from here

Selasa, 29 Juni 2010

Adalah Saat Itu

Pada semua garis dari jelujur jaring laba-laba yang mewakili kehidupan, saya meyakini bahwa hidup ini adalah keterkaitan yang maha besar sekaligus maha kecil. Besar karena jalan hidup sudah ada yang menentukan, semua keterkaitan dan koinsiden adalah cara kehidupan bekerja. Kecil karena waktu yang singkat ini terlalu sedikit untuk dihabiskan hanya dengan mengejar sesuatu yang besar dan pada akhirnya tidak membuat kita bahagia.
Pada enam bulan terakhir ini, saya belajar satu hal lagi tentang diri saya sendiri. Betapa saya ternyata adalah seseorang yang sangat bahagia dalam melakukan pengamatan terhadap hal-hal kecil yang saya temui setiap harinya. Itulah kenapa saya senang diam di dalam bis atau kereta hanya untuk kemudian senang melihat ada salah satu rumah di sisi rel di perjalanan lewat jalur selatan, yang saya tengarai sengaja dibuat mirip dengan tengkorak manusia. 

Di saat setiap orang meyakini konsep kebahagiaan adalah mencari hal-hal besar, maka saya cukup tahu bahwa yang saya yakini indah pada waktunya itu bukanlah bahwa akhirnya saya sekarang punya pacar, part time lover and full time friend, seperti yang setiap orang katakan pada nasehat patah hati saya setengah tahun yang lalu. Karena Ya, saya adalah orang yang cukup sombong untuk bilang bahwa kalaupun hubungan saya waktu itu dilanjutkan kemungkinannya tetap 50:50 antara bahagia dan tidak. Menyimpulkan bahwa saya pasti tidak bahagia waktu itu dan sekarang saya bahagia makanya tidak perlu ada yang buat sakit hati adalah sesuatu yang terlalu pesimis dalam teori kehidupan saya.

Bahwa saya putus patah hati dan lalu saya sekarang bahagia, itu adalah deretan usaha perjuangan doa, yang dibingkai pada sebuah keterkaitan besar yang di luar kuasa saya. Jadi, putus atau nggak, saya tau, saya akan selalu berusaha untuk menjadi bahagia. Maka buat saya, sesuatu yang indah pada waktunya itu hanyalah duduk lesehan di suatu tempat makan bakmi jawa di Jogjakarta. Tepat di samping alun-alun, di suatu malam yang sedang ada konser Sheila on 7 di sana. 

Indah karena, saya akhirnya bisa sangat dekat dengan band cinta mati saya 10 tahun yang lalu itu, duduk sambil makan, dan tidak ada keriuhan untuk misalnya heboh lari-lari ke alun-alun untuk nonton langsung di sana, berjubelan, lalu nyanyi teriak-teriak dengan lirik yang hafal di luar kepala. Saya tetap duduk di tempat saya, melanjutkan makan bakmi jawa, lalu saya dan pacar saya akhirnya nyanyi-nyanyi dengan lirik yang ternyata masih hafal juga, dengan kebahagiaan sama dengan berdesak-desakan berusaha melihat penampilan langsung band idola. 

Indah karena saya merasa, semua sensasi kesenangan lari-lari dari panggung ke panggung, berusaha mencari spot terbaik untuk mengabadikannya dalam kamera, perasaan terharu saat lagu kesukaan dimainkan langsung didepan mata, semua itu sudah saya rasakan dan saya tangkap dalam-dalam di hati dan pikiran dari entah berapa pertunjukan live yang pernah saya datangi. 

Maka di hari itu, di malam itu, dengan kita yang sama dengan yang setiap harinya di Jakarta, rokokmu yang sama, kamera yang sama, dan obrolan tidak ada habisnya yang juga sama, ditemani variabel baru berupa bakmi jawa rekomendasi adikmu yang ngerjain kita, atmosfer kota Jogjakarta yang kita syukuri tidak sempat kita tinggali sebagai hunian sehingga rasa cantiknya tetap sama tanpa dinodai rutinitas, dan lagu-lagu sheila on 7 yang di saat jaya-jayanya, saya dan kamu bahkan belum pernah tahu bahwa suatu hari saya akan mencintai kamu lebih dari saya yang 10 tahun lalu memajang poster Eross Sheila on 7 di kamar saya yang bedinding warna biru..... 

.....Indah adalah saat itu.

Kamis, 24 Juni 2010

Pepper


Dia suka panggil saya Pepper. Mungkin karena saya suka ngomong pedes. Mungkin karena tampang saya kalau jutek bikin gerah. Mungkin ngobrol dan menjalin relationship sama saya itu kalo dalam bahasa Jawa dibilang Kapok Lombok. Pedes sih, nyebelin, bikin kapok sesaat, tapi ntar berkali-kali diulang lagi. Untung dia suka pedes. Case closed, deh....  



P.S: Besok aku gak posting yaaa... See ya at Moday! Happy Long Weekend (for me), Happy Usual Weekend for all of you! *jahat* hehehe. Oh ya, tiap malam ada acara di Gedung Kesenian Jakarta dalam rangka ulang tahun Jakarta loh, sana pada meriahkan!

Senin, 21 Juni 2010

i love you more than my everyday's big cup of jasmine tea....

Aku cinta kamu lebih dari kamu yang cinta aku dan tetap senang seakan-akan aku jadi beliin kamu kebaya kutu baru di sarinah yang ternyata gak ada ukuran S nya itu..... (Roti Srikaya)

Daripada sekedar mengucapkan i love you, i love you too, atau i miss you i miss you too, kami lebih senang bilang 'i love you more than....', titik-titik nya diisi segala sesuatu yang terjadi hari itu. Seru kan, tiap hari beda-beda...  Jujur, kami lebih merasa kalimat penutup hari itu lebih semacam permainan dan adu kreatifitas sih daripada ke arah romance. Yah, kalo kata sahabat2 Barbarz atas keanehan kami berdua: "What do you expect??? Dua2nya dodol gitu!"


Suatu malam, orang aneh ini membuat pengakuan. Dia tik tok ke Sarinah cuma karena pengen beliin saya kebaya sederhana model kutu baru yang beberapa hari sebelumnya pas-kami-berdua-kesasar-ke-sana gara-gara-saya-eneg-ke-tanah-abang-sama-cowok, bolak-balik saya liatin dan diam-diam saya niatin buat beli suatu saat nanti... Tapi ternyata gak ada yang ukurannya kecil, XL semua. Pas dia pengakuan, anehnya, saya senyam-senyum nyengir dan rasanya seneng banget. Bukan di barangnya ya, tapi di dia yang notice sama saya yang keliatan mupeng banget, walaupun saya gak bilang apa-apa. Dan begitulah, se-dangkal sekaligus se-banyak itulah dia cinta saya. 

Gapapa yaaa,, nanti kamu kan ke jogja, nahhh di Mirota itu buanyak yang kayak gitu! Oke oke?? Baru deh aku percaya kamu cinta aku! *cewe matre*






p.s: Postingan ini emang cuma buat menuh-menuhin blog, biar proyek 25 posting di bulan Juni ini tercapai, haha. Muntah-muntah deh lo bacanya :P!

Jumat, 18 Juni 2010

Tanpa Namaku Terangkai Dalam Abjad

 

Aku tahu, tanpa kamu bilang. Bahwa kamu cinta aku lebih dari kelegaan menemukan nama suatu apa yang sering bikin kamu gak bisa tidur di tengah malam. Aku tahu, tanpa terang-terang kamu tuliskan dengan rangkaian abjad, bahwa tulisanmu adalah tentang sepersekian dunia imajiner yang selalu kita bicarakan. Aku tahu, tanpa kamu selipkan @Ariza Ayu, bahwa status facebookmu nyatanya tentang doamu agar sakitku segera sehat.

Dan kali ini aku tidak menyangkal, bahwa siang-siang diteleponmu kamu bilang, "Aku nulis sesuatu buat kamu", nyata, jelas, terang, seperti iklan lampu bohlam. Yang bisa aku lakukan di sisi seberang adalah menyembunyikan muka di depan monitor agar teman di depanku tidak bisa melihat ke-merah-annya. Dan bahwa jawabanku setelah membaca tulisanmu adalah pekikan: "WHO ARE YOU? AND WHAT ARE YOU DOING TO MY BOYFRIEND?"

Aku tahu, kamu tahu, tanpa aku bilang terang-terang, bahwa nyatanya adalah aku terlalu girang untuk sekedar mengucapkan, "Terima Kasih, Pumpkino". Dan aku mensyukuri masih menemukan banyak kejutan dari orang yang aku pikir paling kukenal sedunia. Tentu saja, faktanya, mungkin aku sama sekali tidak mengenalmu.

Kamu romantis juga kadang-kadang, kebanyakan nonton film hollywood ya?

Rabu, 09 Juni 2010

Jumat ke Minggu


Beberapa fakta di akhir minggu:
  1. Menghabiskan Jumat malam bersama teman-teman dekatmu, menertawakan abg-abg dan geng melambai yang heboh di suatu tempat sejuta umat di Jakarta itu menyenangkan.
  2. Dan ada sesuatu yang hangat di hatimu, saat teman-teman dekatmu tertawa sangat keras karena joke yang dilontarkan seseorang yang duduk di dekatmu.
  3. Hujan deras, hampir tengah malam, dan payung 'egois', kombinasi itu membuatmu bersyukur karena punya pacar.
  4. Hari Sabtu dan bangun siang adalah kenikmatan yang tidak terbantahkan.
  5. Nasi goreng gila di deket taman menteng porsinya dikit banget, kalo cowok yang makan di situ, butuh seporsi lagi sate kambing pake lontong untuk membuatnya kenyang.
  6. Malam Minggu di taman itu emang norak, tapi tidak kalo ada anak anggota DPD yang sedang merayakan resepsi pernikahan di rumah kaca taman menteng,
  7. apalagi kalo kalian berdua cukup kreatif untuk duduk di dekat sana, dan bermodalkan segelas kopi torabika yang dijajakan abang-abang, bisa menikmati lagu-lagu jazz mirip-mirip yang ada di kafe atau lobi hotel, menjadikan kencan shophisticated yang hemat (atau pelit?).
  8. Ternyata rasanya kecewa karena bangun pagi di hari Minggu itu tetap menjadi mitos, dan membuatmu berpikir "Tau kalo bangunnya tetep siang, semalem kita nonton midnight aja...."
  9. Tapi mengunjungi teman, apalagi benar-benar mengunjungi ke rumahnya, bukan sekedar janjian di Mol atau di gigs-gigs happening, itu sangat menyenangkan.
  10. Melihat perut buncit temanmu, dan memegangnya sambil berharap bayi di dalamnya bangun lalu menendangmu, tapi tidak berhasil itu, membuatmu berniat kapan-kapan ketemuan di malam hari.
  11. Kata mama papanya, bayi mereka sukanya begadang, oh, betapa bayi itu tampak cocok menjadi ponakanmu.
  12. Ada hal-hal yang tidak pernah berubah.
  13. Seperti akang dan singgasananya, suara nyaring si ceceu, dan jejalanan di Bintaro. Curhatan detail dari background story sampai semua-muanya, kadang terpikir juga sih, penting ya Cka, curhat kok sampai titik koma nya begitu?
  14. Mendatangi tempat yang tidak biasa kau kunjungi itu rasanya pengen cepet pulang.
  15. PIM salah satunya.
  16. Baju bayi itu mahal-mahal, apalagi yang lucu berwarna pastel, berpola polkadot, dengan bando putih berbunga senada.
  17. Tapi membayangkan ponakan kecilmu memakainya, membuatmu tidak bisa menahan diri untuk membawanya ke kasir. 
  18. Not to mention, orang di sebelahmu berprinsip, First Cut is The Deepest, hingga baju-baju lain tampak tidak menarik lagi.
  19. Ngobrol sama bayi umur 3 bulan yang bawel itu membuatmu seperti orang gila di Pizza Hut. 
  20. Orang gila yang bahagia karena dikelilingi sepupumu dan suaminya yang adalah keluarga muda paling absurd tapi saling mencintai lebih dari entah apa, keponakan kecilmu yang cantik, genit, dan lucu, dan satu orang tak kalah absurd yang menjadi magnet bagi bayi-bayi di Pizza Hut PIM 2 sore itu.
  21. Minggu malam dan telepon panjang dari mamahmu, dan nasehatnya yang membuatmu tidur nyenyak sekali malam itu.
  22. Alhamdulillah. Life is good.

Jumat, 04 Juni 2010

Perfect Friday


Kadang-kadang ada hal-hal kecil yang pas melakukannya kita beneran gak mikir apa-apa. Mungkin kayak si Roti Srikaya yang pernah sore-sore nyanyiin saya When I'm 64 di depan Ambas. Buat dia, mungkin itu emang gak disengaja buat bikin saya seneng, terjadi aja tanpa direncanakan. Di posting kemaren, dia komen dan seneng karena yang saya inget dari kunjungan ke ambas itu adalah momen itu, bukan momen kami ketemu Iko Uwais yang ternyata gak sesuai sama ekspektasi saya, hahaha. Banyak hal yang menurut orang yang melakukan adalah hal kecil, sepele, sederhana, tapi buat orang lain dampaknya bermega-mega.

Seperti postingan Away We Go yang saya gak ada kepikiran apa-apa sebelumnya, spontan ngasih P.S buat dua orang teman dekat saya yang lagi hamil. Impulsif, karena saya pikir film itu cocok ditonton calon-calon ibu itu. Dan tiba-tiba tadi pagi saya kaget Amel nge-tag in saya post di facebook, dengan pesan "Thanks to brighten up my day, Ariza Ayu..." dan disusul dengan komen blog, chattingan, dan postingan khusus di blog dia. 'Cuma' karena P.S di postingan saya!
 
Kok saya tiba-tiba jadi berlipat-lipat kali lebih bahagia rasanya ya. It feels good to be good :).

Dan kali ini saya tau lagi, bahwa tindakan sepele itu tidak berarti kecil. Sepele itu adalah state-of-mind, karena kita merasa gak membutuhkan effort apapun untuk melakukannya, we just do it, no further explanation. Sepele itu bisa jadi adalah tindakan-tindakan besar yang dilakukan dengan tulus. Atau bisa juga itu semacam cara kehidupan bekerja, jaring laba-laba. Di saat harimu biasa-biasa aja, trus satu kalimat di postingan blogmu yang bahkan menurutmu biasa aja, bisa membuat ceria hati sahabatmu, dan kebahagiaannya secara ajaib membuatmu merasa menjadi orang yang ber-ARTI. Lucu memang, tapi cukup untuk menutup minggu pertama di bulan yang paling saya suka dari 12 bulan yang ada dalam setahun ini dengan manis.

Selamat weekend semuanya! 

Senin, 10 Mei 2010

Bunga Kertas


Saya senang. Saat ini. Seperti melihat sekilas pada bunga kertas di ujung monitor, saat pekerjaan terlalu penat hari ini. Seperti minggu sore yang dihabiskan dengan tumpukan dvd, obrolan panjang, dan mencuri ciuman. Seperti ini. Lalu tertawa. Bisa hari ini berjalan pelan, Tuhan?


*Bunga dari kertas bekas dan foto bunga itu oleh saya dengan kamera hape.

Selasa, 13 April 2010

H for Happy


Cinta Dalam Sepotong Roti (Garin Nugroho, 1991)

Have a very long conversation...



Random question in the middle of the night, "Kamu suka roti srikaya ga?"




Regina Spektor, herself, her nice lipstick, and great Song: Raindrops
(You don’t know but that’s okay, You might find me anyway...)
(In a town that’s cold and gray, We will have a sunny day...)



-A for April, seems like it was made for me-


pictures were taken everywhere in the internet.

Selasa, 23 Maret 2010

Growth Stage



Jadi, besok aku berangkat lagi. 
Melakukan ritual 'buang-buang duit', salah satu proyek tahun 2010 yang secara mengejutkan bisa dilakukan di bulan yang masih ketiga. Ini perjalanan ke luar negeri-ku yang pertama, dan gak seperti selayaknya orang-Indonesia-yang-iseng-ke-luar-negeri-karena-AirAsia-lagi-promo yang biasanya akan ke Singapura, aku memilih untuk menjebakkan diri ke ajakan seorang teman, Vietnam. 

Penerbangan sih cuma 2-3 jam, ga beda jauh sama ke Pekanbaru, dan jauuuh lebih cepet daripada ke Manado. Durasi juga cuma seminggu, ga beda jauh dari travelling around Bali tahun lalu. Bawaan juga cuma satu backpack. Tapi sesuatu yang dilakukan pertama kali itu selalu berhasil menimbulkan perasaan yang beda. Paspor yang akan pertama kali di cap, penerbangan internasional, memanfaatkan NPWP selain buat lapor SPT, teman jalan jauh yang beda dari biasanya, kombinasi dari itu semua ditambah deg-degannya karena ke negara yang gak berbahasa Inggris, rasanya bikin pengen hari ini dilewati dan langsung besok. Perasaan seperti mau masuk sekolah baru yang selama ini diidam-idamkan. 

Kalau ini Product Life Cycle, posisinya masih di kurva menanjak, excited terus-menerus, riang gembira, dan penasaran. Growth. Kemaren pas jaman pertama2 pesen tiket pesawat, nyari-nyari hostel, dan nyusun itinerary juga udah excited sih, tapi karena masih introduction jadi belum terlalu kerasa. Baru dua hari ini perasaannya amburadul (dalam artian positif), bahagia tapi aneh, pengen ketawa terus tapi deg-degan. Absurd.

Dan kali ini, mamah dipamitin tumben-tumbenan suaranya excited juga, biasanya sih cuma iya-iya aja. Mungkin karena dia tau, awal tahun ini cukup berat buat anaknya, dan dia merasa bahwa i deserved it, absolutely. Apalagi pas aku bilang, mah, aku mau buang-buang duit lagi nih., nanti kalo tiba-tiba suatu hari aku ga punya apa-apa padahal orang lain udah beli apartemen gimana ya, jadi serem.. Dan kata mamah, kamu itu tipe orang yang mending pernah mengalami berada di suatu tempat, daripada pernah mengalami mempunyai suatu barang. Jadi yaa sanalah, pergi, ati-ati.... Hehehehe... :D

Dan ya, memang, aku sangat menikmati perasaan sebelum, saat, dan sesudah jalan-jalan. Entah jauh atau dekat, di Jakarta aja, atau ke luar kota, perasaan mengalami sesuatu yang tidak setiap hari kita hidupi itu membuat pikiran dan hati kita lebih luas. Apalagi buat aku yang hatinya sempit gini,, perlulah sering-sering pergi... Alasaaaaaaan,haha!

Oh ya, btw, btw, tanggal 31 Maret ada pemutaran film Tiga Dara sekaligus pesta kostumnya trus ada Tika and The Dissidents maen buat penutupan Bulan Film Nasional 2010. Aku ga bisa dateng, tapi aku akan sangat seneng kalo nanti ada cerita dari siapa yang abis kesana. So, see you next week!     


Selasa, 12 Januari 2010

Thats why it called KOMPREHENSIF, darling....

Well, kayaknya kebuntuan menulis ini harus dipecahkan sekarang. Uuhm dari mana ya nulisnya.....Okee, kita telusuri aja. Kebuntuan nulis ini disebabkan oleh my roller coaster life selama dua bulan terakhir, saking naik turunnya secara ekstrim sampe-sampe aku sulit buat nafas, literally, aku bener-bener sesak nafas selama sebulan penuh, tiap pagi.

Kenapa Roller Coaster?
Karena cerita dua bulan ini kayak ikutan Semester Pendek, materi yang harusnya buat satu semester, dipadetin jadi 2 bulan aja langsung UAS trus ada tugas akhirnya pula! Mungkin yang kadang baca statusku di facebook udah bisa nebak-nebak ya arahnya, but let me make it simple here, i am single right now. Setelah proses gantung-menggantung yang panjang dan melelahkan dan menyedihkan, akhirnya ya selesai juga, tepat 5 hari sebelum aku sidang komprehensif untuk kelulusan S1 ku.

Masa nggantung justru jadi masa yang paling berat, karena aku harus perang melawan ego dan kuat-kuatan melawan sebuah skenario yang pahit. Aku mengalami masa-masa patah hati persis kaya di film-film, sungguh ini adalah kejadian yang gak pernah ada dalam selarikpun di sel abu-abu di otakku. I have never imagined before, ever. Di masa nggantung itu, aku harus pulang untuk membereskan suatu masalah di keluargaku, aku harus UAS terakhir, dan aku harus nungguin nilai keluar satu persatu sebagai prasyarat ikut kompre (which is kalo nilai keluarnya telat, aku ga bisa ikut sidang semester ini).

Setelah putus, aku ga punya banyak waktu untuk nangis, karena sidang udah di depan mata, materi numpuk, buku-buku antri dibaca, sementara perasaanku sangat rumit. Rumit yang gak bisa dijelasin dan dipilah satu-satu. Tiap satu masalah selesai, rasanya bahagiaaaa banget, dan sekian detik setelah itu, reality bites!, aku harus menghadapi masalah lain.

Jadi ngerti, film-film hollywood itu udah berusaha sangat keras ya untuk mengekspresikan patah hatinya seseorang. Banting-banting barang, ga mandi berhari-hari, kamar berantakan, linglung, trus nyoba bunuh diri, terlihat ekstrim dan lebay emang, tapi ya itulah yang ada di pikiran terliar orang yang bener-bener sakit hati. Cuma karena aku harus tetep kerja, aku harus kuat di depan orang lain, aku harus ikut UAS, aku harus belajar buat KOMPRE, jadi aku harus pretending that everything's fine. Cerita dari seorang sahabat bahwa waktu dia merasakan sakit yang dalam itu sampe dia ngerasa ngeliat si mantan di mana-mana, yang sebelumnya aku anggap gak REAL banget, itu ternyata ada. Dada rasanya sesak terus itu, memang ada ternyata... Apalagi kalo selama ini kita menyangka, dia adalah orang terakhir di dunia ini yang bakal bisa nyakitin kita. Sucks!

Setelah sidang selesai dan aku dinyatakan lulus, i called my Mom, and i cried a lot di koridor depan ruang sidang masih dengan dandanan lengkap plus high heels. Momen itu bukan sekedar aku lulus sidang dan akhirnya dapet SE, lolos dari dosen ketua yang killer, lebih dari itu, aku berhasil membuktikan ke diriku sendiri, bahwa aku SANGGUP melewati masa-masa berat itu, melewati skenario hebat yang bisa-bisa bikin hancur hidupku, dan membuat satu catatan keberhasilan untuk masa depanku. Aku merasa jadi manusia paling bahagia di dunia pas mamah bilang, "Good girl, we're very proud of you", dengan suara melengking khas mamah-mamah yang aku yakin pas itu mobil sebelah bisa denger suara mamah. Untungnya sebelum mamah ikutan nangis, papah mengambil alih hape dan bilang "Papah pake jas warna apa ya di wisuda kamu?" :). Apa coba di dunia ini yang lebih membahagiakan bagi seorang anak selain suara bahagia orang tua yang bilang bahwa mereka bangga sama kita???

Aku sms dan telpon semua orang yang selama masa-masa berat ini selalu ADA. Even mereka ga tau cerita lengkapnya, mereka ga peduli loh, yang ada malah support yang gak pernah berhenti dari sana sini. Siska jadi orang yang paling awal aku ceritain mengingat kejadian ini sangat-sangat unpredictable, aku butuh seseorang yang mau diceritain secara detail dan sesudahnya akan mendukungku apapun yang terjadi, and she played her role very well *muach*.  Mengingat dua sahabatku lainnya adalah cowok, aku ga yakin mereka cukup sabar mendengar cerita melodramatisku dan akan mendukungku sampe mati. Bener aja, damdam sampe musuhin aku karena aku melakukan beberapa tindakan bodoh pas di gantungin itu. Walaupun aku tau sih, mereka sangat care, chat simpel dari cinda, "Baek-baek ya cha, sehat-sehat, jangan murung" sukses bikin aku nangis di kantin MM UI sehari sebelum kompre.


Banyaaaaaak banget dukungan secara langsung atau ngga yang dateng, padahal aku ga pernah minta-minta di support, aku ga pernah misalnya sok-sok sedih dan curhat sambil nangis2, mereka datang menawarkan bantuan, dan bikin aku ketawa, dan mereka cukup senang dengan aku yang ketawa. Gosh, betapa beruntungnya aku ya? Satu dukungan penting datang dari gengku di kampus, barbaritaz.(kapan-kapan aku ceritain secara khusus betapa gilanya mereka ngasi support biar aku lulus). Kali ini barbarz, I OWE ALL OF YOU MY SARJANA-EKONOMI-DEGREE, for God sake!!!

Dan tentu saja, Gusti Allah dengan invisible hands-Nya, berkali-kali mengangkatku setelah entah berapa kali aku jatuh. Ujian Mu kali ini, ya oloooh berat banget, tapi Engkau bener2 ga pernah ninggalin aku ya... Terima Kasih, from the deepest of my heart.

Senin, 09 November 2009

My Girls.....




Ini masih belum akhir hari, tapi email2an kami berlima udah hampir seratus... Printscreen nya sampe ga cukup memperlihatkan obrolan kami di senen ini. Thats what i love bout girls, hal-hal kecil dan gak penting jadi pentinggg banget! Sangat menghibur ditengah hari senen yang sibuk dan menjengkelkan, cerita apapun pasti ditanggapi dengan antusias, dan mau nitip beliin parfum aja bisa jadi thred sendiri... :D

I love 'em. To bright my gloomy Monday!

Senin, 02 November 2009

Yay!


I won the 1st giveaway i've ever joined in this blogspere!!!! hahahaha.....
This ladies who give me the present, ika, is my favorite local collage-artist. To be honest, she's my inspiration to start my old-hobby all over again. Without her, i didnt have any dare to make this blog. And oh, she's such a kind person to know (we're sort of chatting and emailing each other). I ordered one of her project and i really cant wait to received it, she promised me to send it along with the giveaway i won.

Oh well, no more words but thanks soooo much ika! You're just the best :)
Have you ever feel that you just couldnt stop smiling?????

ps: i'll post the giveaway and the vynil pouch i ordered in my gunting-tempel blog.

pics was taken from vanillavain.blogspot.com

Senin, 12 Oktober 2009

Do you hate it when weekend's over?



Saturday
  • Bangun siang sesiang-siangnya (yang terpaksa harus bangun karena kelaperan)
  • Mendung dan hujan dan selimut dan novel dan the bird and the bee
  • A-very-long-SaturdayNight-conversation (conversation means ngobrol dan berantem,hehe) @Cafe Cartel with my beloved partner (macadamia latte-nya superb!)
  • Nonton The Ugly Truth (dan kalo ada yang nanya apakah si partner mau nemenin aku nonton film romantic comedy, jawabannya adalah IYA! I'm the lucky bitch, i know :p)
  • Spotting a scene-shot for a movie or a clip @ Cafe Au Lait...
  • Mid-night Indomie Telur Kornet dan milo panas di Ropita Cikini, it's the weather or what but i love that late-dinner more than ever :)
Sunday
  • Sunday Lunch (supposed to be a bfast or at least brunch, but we couldn't make it!) @ Kopitiam Oey sama damdam si daliminson, kami merencanakan Sunday Lunch kali ini mendatangkan bintang tamu, our beloved siska, bosen aja gitu sama damdam mulu (HA?!). Tapi tampaknya kita belum berjodoh, cka...
  • D'tour: Monumen Proklamasi-Jalan Surabaya-Taman Suropati, ini jalan kaki ya sodara-sodara! Sampe gempor, gempor deh! Jadi, kalo ada yang dengan percaya diri bilang kalo jalan kaki dari monumen proklamasi ke masjid sunda kelapa itu 'TERJANGKAU', well, iya terjangkau pake mobil/motor/P67!
  • Minggu sore di Taman Suropati sambil foto-foto, menikmati alunan biola, makan bakwan, es krim paddle pop, daaan ditemani tukang-tukang yang lagi renovasi taman, okey...
  • And my weekend closed perfectly with Naicha @ Chowking (Walo es nya lebih banyak dari jelly nya, tapi kombinasi teh tarik dan jelly ini enak sekali!)
Hope you enjoyed your weekend too, guys! So, how's that goin'?? Tell me!

pic's taken by me @ cafe garden Metropole XXI 

Jumat, 02 Oktober 2009

Our family's SUPERSTARS!!

Every family (esp. the big one), always have 'the superstars'. They always bring happiness just like the brightest star in the sky...

This is my fav shot, my super fav. Sayangnya, blur gara-gara modelnya hiperaktif, tapi bodo amat ya, ekspresinya Aro sama Alsa (si nidjiholic) pas banget
Lokasi: belakang rumah bapak ibu
(This is ALSA, anak kelas satu SD paling cerewet di dunia kayaknya. Entah dapet gen dari mana, dia ini item dan keriting, but she has the best personality of all, smart, confident and charming!)

(Yeah, ARO. He is my favorite cousin! I love every single thing of his act... Nakal amit-amit tapi cengeng, jadi kalo maen berantem2an pasti ended up dia nangis boongan ngadu ke mamanya atau ke mamahku)

(No, no, no. Jangan sekali-kali ketipu dengan tampang sok imutnya ini!!!!! You'll be sorry, i swear!)

Sooooo, this is RAFFI anduk a.k.a RAFFI ngeces. Dia ini cucu Ibu yang paling kecil, jadi otomatis paling disayaaaanggg semua orang! Anaknya aktif banget, suka mainan pasir, lucuuuuu, selalu ngeces, dan ga bisa tidur kalo ga ngelonin anduk. Look at his eyes, guys!
This my Mom a.k.a Budhe Wien, anak pertama Ibu, yang otomatis jadi budhe kesayangan ponakan-ponakannya. Bahkan ada sepupuku namanya Icha (juga) dari kecil cuma mau mangil BUDHE ke mamah, walopun dia sebenarnya punya banyak budhe, tapi sama yang lain ga mau panggil budhe...



And after all, there's the super of the superstar, The one who alredy have almost 100 descentdants, the one we always adore..



Mbah Buyut yang gak mau tinggal di rumah gedong (istilah beliau) anak-anaknya, gak mau difasilitasi berlebihan, selalu dan selalu menceritakan mbah buyut kakung (salah satu cerita yang paling romantis yang pernah aku tau), she is the brightest star!
(foto mbah buyut was taken by Dodo HW with IMEL--Dodo HW itu nama jurnalistiknya om ku, jadi kalo ada foto yang captionnya Dodo HW, berarti itu om kuuuuu... NORAK! hehe)



Selain foto terakhir, all pics was taken by me with IMEL (Nikon D60), di edit dikit pake Microsoft Office Picture Manager di saturation sama contrast nya aja.... Lebih banyaknya, do visit my multiply here