Jumat, 18 November 2011

Penting Buat Kami

Awalnya, dari twitter Joko Anwar, saya yang tau kalau lagi ada open casting buat beberapa film pendek peserta FISFIC beberapa bulan yang lalu. Karena ada satu film yang butuh satu pemeran cewek umur 20-something dengan peran pekerja kantoran, saya -yang waktu itu belum tau kalau lagi hamil- niat mau kirim CV dan foto, just for fun. Link itu juga saya kirim ke Roti Srikaya, yang saya tau lagi jenuh banget sama aktivitas kerjanya. Saya termasuk orang yang gak bisa diem liat diri saya sendiri atau orang-orang terdekat hidup segan mati tak mau karena kejenuhan. Saya sendiri hobi gonta-ganti aktivitas, sekaligus nyariin kegiatan menyenangkan buat orang lain. 

Pas pertama dapet link open casting, Roti Srikaya yang males-malesan sekaligus gak pede buat ikutan, karena jangankan di depan layar, aktivitas di belakang layar aja dia udah lama banget ga melakukannya. Saya bilang, ini just for fun, no pressure, biar ada lompatan kuantum dari rutinitas sehari-hari aja sih tujuannya. Gak berapa lama, saya ketahuan hamil, akhirnya gak jadi kirim CV buat ikutan casting. Roti Srikaya, out of nowhere, suatu hari bbm, minta saya nyariin foto dia buat dikirim ke email cineetcetera, salah satu finalis FISFIC yang judul film pendeknya adalah MEALTIME. Ihiy, girang dong saya... Gak ada satu jam, udah saya email-in foto-foto Roti Srikaya.

Long story short, setelah casting dan reading, Roti Srikaya dapet peran yang lumayan di film itu. Lumayan karena, dia supporting actor yang punya dialog lumayan panjang dibanding lainnya, DAN beruntung bisa adu akting sama aktor yang udah main film di layar lebar, mana aktingnya si mas artis ini natural banget pula! Secara saya orangnya kompetitif by nature ya, kali ini saya sebagai rekan seangkatan dia di teater kampus mengaku kalah dalam hal berani akting di luar kandang deh sama dia, haha... *liat aja, nanti aku daftar Teater Koma! (teteup gak mau kalah).
Jadi pas shooting mealtime itu, saya pas lagi mabok-maboknya deh, hamil 2 bulan-an kayaknya ya. Ditinggal dia ke Puncak dari Kamis sampe Minggu itu penderitaan tiada tara banget deh. Makan belum enak, mandi hoek-hoek, bangun dari kasur perjuangan banget. Tapi itu mungkin salah satu momen ujian, kami yang dari awal nikah udah komit mau jadi support system bagi yang lain, kemarin itu semacam 'disuruh' membuktikan bahwa komitmen bukan sekedar kata-kata aja. Sebelum berangkat, Roti Srikaya nanya, dia jadi pergi apa nggak dengan keadaan saya yang lagi kayak gitu. 

Minggu ini lagi ada pemutaran film-film finalis FISFIC di Blitz, sayangnya Roti Srikaya lagi tugas kantor seminggu di Bali, jadi dia nggak bisa liat dirinya sendiri di bioskop. Ini mungkin bukan hal besar ya buat orang lain, tapi buat kami berdua, hal-hal semacam ini, yang bikin hati senang dan menciptakan kepuasan yang gak bisa digantikan. Roti Srikaya seneng banget terlibat (lagi) dalam sebuah proses kreatif, setelah sekian lama. Saya, gak kalah senengnya, tiap dia pulang reading atau shooting, sambil pijitin punggung saya, nemenin tidur sore di kasur, cerita macem-macem tentang teman-teman barunya, tentang konflik-konflik di sebuah proses produksi, atau detail kostum dan make up. Apa aja. Saya seneng denger semuanya!

3 komentar:

jengskaa mengatakan...

OMG OMG OMG!!!! AKHIRNYA SETELAH ARMAN SANG FIGURAN SINETRON, AKUH PUNYA TEMEN PEMAEN FILEEEEEM.... AAAAAAKKKK DAMAAAAARRRR...

riana mengatakan...

Ikutan senang, congrats Icha & Damar, semoga selanjutnya bisa melangkah ke film layar lebar:)

'IcHa' mengatakan...

siska: -__- arteiss dia arteiss.. hahaha

mba riana: makasih mba Riana... hihihi, ini cuma proyek have fun aja koook :D