Jumat, 20 Februari 2009

Hi Marjane, how could you write dan draw that fuckin' good?!


Tentang Nasser Ali Khan pemain tar terkenal di Iran yang tak menemukan indahnya suara tar setelah suatu kejadian di sore hari di ujung jalan dan tar kesayangannya dipatahkan istrinya. Nasser Ali akhirnya MEMILIH untuk mengakhiri hidupnya, mogok makan dan hanya berbaring di atas tempat tidur sampai akhirnya meninggal dunia.

Sepanjang novel kita akan mengutuk nasser, gila nih orang, gara-gara tar rusak aja mau bunuh diri, atau bete sama pemilik toko tar yang kita pikir emang sengaja nipu Nasser Ali. Lha masa udah bolak balik kesana suara tar nya ga ada yang merdu gitu...

Ending cerita novel grafis ini akan membuat kita melongo, "Ya olooooohhh,, ternyata masalahnya itu toooo...", bukan tar yang patah, bukan istri yang cerewet, bukan salah penjual tar, bukan salah tar nya juga, tapi masalahnya adalah CINTA. Sebentuk cinta terhadap seseorang yang ditemuinya di ujung jalan, yang ternyata adalah obsesi hidupnya (atau alasan dia bertahan hidup?), yang membuat nasser ali ga bisa lagi mendengar indahnya suara tar karena sang obsesi (berpura-pura) tak mengenalnya lagi. Ending cerita akan membuat siapa aja yang baca, bakalan membaca ulang novel grafis itu dari awal untuk merunut ulang cerita dan memahami dengan perspektif yang beda. Ah, patah hati lah bacanya...

I proudly present my another life time fav graphic novel:
CHICKEN WITH PLUM
by
Marjane Satrapi


Warning:
Bagi anda-anda penderita obsessive compulsive disorder, kayaknya butuh pendampingan ya kalo mau baca novel ini, hahahaha...

2 komentar:

mutia mengatakan...

wah...kayaknya bagus nih...
si marjane2 ini yang bikin persepolis juga kan ya?

alwaysicha mengatakan...

Iya,,marjane yg nulis persepolis sm embroideries. Baguuus,,ni yg plg ringan dan 'cinta' gtu,haha.