Selasa, 26 Januari 2010

The Art of Acting

Tau ga rasanya diboongin sama orang dengan jalinan alibi yang dipikirnya rapi, padahal kamu udah tau fakta sebenarnya dan bahkan megang barang buktinya?

Rasanya antara pengen ketawa sama pengen ngelempar kaca.

Tau ga rasanya, setelah sabar melihat 'pertunjukannya', lalu kamu menyodorkan fakta dan bukti di depan mata orang itu, trus dianya masih mengelak sambil bikin alibi baru dan MENERTEWAKAN kamu?

Rasanya kaya orang normal berpendidikan yang ngeliat Bambang Soesatyo pas Marsilam Simanjuntak bilang, "Untung Saudara tidak salah menyebut saya Robert Tantular!"


Dianggap bodoh itu nggak enak. Apalagi sama skenario yang gak rapi dan gampang ketebak. Lain kali baca dulu Buku Panduan Penulisan Skenario, ya... Mungkin dengan itu kamu baru bisa sedikit mengimbangi akting saya!
Cheers,

7 komentar:

eL mengatakan...

cheers, cha. smangatt! :)

'IcHa' mengatakan...

sama2!!!!

senangnya ada temennya :P
ini udah ada gtalk, knapa ngobrol di sini ya?

jengskaa mengatakan...

well, dia harus belajar dulu sama mas teguh atau mbak vera lah at least. baru kalian setara. :)

'IcHa' mengatakan...

at least belajar sama mas teguh atau mba vera secara intensif, maen di pentas kenal sama pentas tunggal, sama disutradarain mas tambun, itu baru agak setara. yah kurang jam terbang aja. haha.

kriwul mengatakan...

hehe.... :)

been there too

Anonim mengatakan...

Belajar ama Mbak Vera n Mas Teguh....plus... cubitin pipi Jelita...!!!!!!

'IcHa' mengatakan...

kriw: hehe,, penting untuk merasa bahwa kita ga sendirian,, whehehe.. thanks kriw :P

dam: aku ga pernah nyubitin pipi jelita tuuuuuh! cuma pernah denger jelita bilang: "Mama, mama, itu di sana ada badut" sambil menunjuk pohon di deket gedung A. Huks,,, aku langsung pura2 ga denger,, dudududu...