Senin, 30 Juli 2012

Me and Hector

Bahkan sebelum musim hashtag #bahagiaitu sederhana di Twitter, saya selalu punya ketertarikan spesifik terhadap kebahagiaan yang dirasakan manusia. Apa yang membuat saya bahagia? Kenapa hal-hal yang membuat bahagia orang lain belum tentu berlaku sama di saya? Kapan saya merasa tidak bahagia? Mengapa ini dan mengapa itu lainnya. 

Saya juga hobi melamunkan filosofi-filosofi tentang hal kecil yang terjadi di hati manusia, dalam hal ini studi kasusnya adalah hati saya sendiri dan cerita teman-teman dekat. Tentang cinta, dendam, patah hati, perasaan kehilangan. Tentang apa dan mengapa atas hal-hal tadi, yang terajadi hampir pada setiap orang, bahkan dialami berulang-ulang. 

Belakangan, setelah menjadi ibu-istri-karyawan-masyarakat sub urban, saya mulai merasa waktu 24 jam itu tidak cukup untuk saya mendapatkan sedikit saja kesempatan untuk menatap ke dalam diri. Di hari kerja, yang akan ditemui adalah Icha yang istrinya Damar, Icha yang mamanya Aruna, Icha yang staff, Icha yang bagian masyarakat sub urban pengguna Commuter Line atau Icha yang mengejar jam di mesin absen. Icha yang adalah Icha, mungkin baru saya temukan beberapa saat sebelum tidur di malam hari. Beberapa menit saat saya membaca Novel Paulo Coelho atau beberapa menit colongan di kantor seperti menulis blogpost ini.

Beberapa hari yang lalu, baca blogpost mbak riana ini saya jadi merasa disuruh melihat diri sendiri lagi. Ketertarikan-ketertarikan saya yang mungkin beberapa waktu belakangan ini mulai tertutupi oleh excitement seorang ibu baru. Tidak bisa dipungkiri, menjadi Ibu adalah sesuatu yang besar, begitu besar hingga saya sedikit kewalahan untuk mencari titik keseimbangan. 

Jadilah saya sekarang, setelah sekian lama, punya wish list yang begitu dekat di hati. Tiga buah buku karya Francois Lelord yang tidak henti-henti saya googling setiap hari. Sambil berdoa semoga cepat bisa kebeli.... 

Tentang Hector, seorang psikiater sukses yang punya banyak pertanyaan tentang hidup (happiness-love-time) yang mana pertanyaan-pertanyaan itu didapatkannya dari pasien-pasiennya. Tentang Hector yang mencari jawaban dari pertanyaanya dengan cara travelling around the world. Oh. I WANT THOSE BOOKS SO SO SO SO BAD!







Disclaimer:
Keberadaan wish list ini tidak menghilangkan wish list akan kitchen set ya, Suamiku... XD

3 komentar:

bunavita mengatakan...

aaaah, jd pengen iseng cari bukunya juga ih hehe..

btw, wishlist ke suami udah di centang brapa? :p my list is still long, and i guess, it's getting longer and longer hahaha

modern calssic furniture mengatakan...

thanks untuk infonya

salam kenal
ditunggu kunjungan baliknya ya..!!
.n_n.

riana mengatakan...

di kino, serial hector lengkap lho tapi stoknya ga banyak, buru2 deh borong sebelum tandas... *kompor mledug* :D