Jumat, 22 Februari 2008

the rain will fall, the rain will fall


I can't understand why my world's keep turning
And i can't understand why the sun is shining
When you left me all behind

But I do understand that you have someone better
And i can understand that you save me for later
I can take it i will wait

All that i need now, is the rain to fall from the sky
to wash away my pain inside
All that i need now, is the rain to fall from the sky
the rain will fall
the rain will fall
(by mocca)

Ada cerita dari seorang teman kos, untuk memudahkan cerita, kita sebut saja dia dita. Alkisah, dita ini cantik abis, wajahnya ke-arab-arab-an, hidung mancung plus body oke. Dia lulusan univ negeri di Bandung dan sekarang kerja jadi sekretaris di suatu perusahaan yang oke di kawasan menteng. Istilahnya gak ada yang kurang lah dari temenku ini. Dita sempat pacaran 6 tahun sama temen SMA nya, tapi putus karena dita sering gebet sana sini, still havent found what she's looking for lah. Standar dita tinggi. Cakep, attitude oke dan kerjaan outstanding. Tiap ada cowok yang naksir, adaaaaaa aja kurangnya, sampe-sampe kami2 temen kosannya udah ikutan pusing.

Sampai suatu hari, ada cowok yang memenuhi semua kriteria itu. Mostly perfect. Kurang perfectnya 'cuman karena satu alasan doang' yaitu he's not available.

Dita jungkir balik berusaha selalu tampil oke di depan cowok itu, berusaha memaksimalkan dandanan, baju yang mau dipake, memperbaiki attitude yang mungkin dibenci cowok2, dan selalu meyakinkan dirinya bahwa dia jauh lebih cantik dari pacar si cowok. Kali-kali aja cowok itu memalingkan hatinya ke dita.

Selama berbulan-bulan ini Dita udah berkali-kali dibikin nangis sama cowok itu. Apalagi lama-lama keliatan kalo cowok ini adalah tipe2 cowok-yang-ngerasa-cakep-dan-ngerasa-semua-cewek-pasti-suka-sama-dia (ngerti kan maksudnya?).

Dari cerita itu aku bener2 ngerasa sedih, gimana cinta bisa memutarbalikkan semua fakta. Fakta bahwa dita adalah figur cewek yang jadi idola banyak cowok, fakta bahwa suka dan mengejar cowok yang udah punya pacar adalah hal yang ga penting, dan fakta bahwa manusia kan ditakdirkan punya logika, gugur semua. Perlu ditegaskan kali ya: SEMUANYA. Orang lain bisa melihat dengan jelas bahwa orang yang sedang jatuh cinta menjadi kurang atau tidak logis, tapi orang yang sedang jatuh cinta tak melihat semua hal dengan 'mata' yang sama. Sehingga fakta-fakta tadi tak terlihat dari 'mata' mereka. Menurut aku dan orang laen, dita itu bodoh, dia bisa dapet cowok yang lebih oke tinggal milih aja dari cowok2 yang naksir itu yang single dan gak bikin nangis mulu.. Tapi bagaimanapun dia sedang jatuh cinta dan dari yang dia lihat, jika dia berusaha dengan keras, maka sang cowok akan menjadi miliknya dan mereka akan menjadi almost perfect couple.

Walau aku kurang setuju sebenarnya, karena logika itu harus dipelihara, harus dilatih dari setiap pelajaran dan pengalaman hidup yang udah lewat maupun pengalaman orang laen. Karena ada yang bilang bahwa dewasa adalah ketika seseorang bisa memenangkan logika dari perasaannya.

Well, Dita pun mungkin gak salah, dia hanya menganut faham yang merajalela di dunia, EVERYTHING'S ALLOWED IN WAR AND... LOVE.



2 komentar:

agie mengatakan...

argh itu salah satu quote yang paling gie ga suka.
segalanya halal dalam perang dan cinta...
itu cuma pembenaran buat etika dan logika yang ga[mau] dipake.

Nibiru mengatakan...

Iyah... jangan gitu deh Tcha, ga bagus ituh... kan masi banyak nib-nib yang lain yg masi nganggur... --;

*menyangka klo dita = Tcha... hihihi

ehhh, tp cerita itu seru loh... sinetron bgt gituh... hmmm tp tunggu bentar... emang dirimu lg jomblo ya Tcha??? :D