Senin, 15 Juni 2009

Sejak saat itu hingga hari ini,




Mengejamu di hati perlahan-lahan,
mencoba memunguti tiap huruf di genangan.

Cinta ini rumit serupa belajar membaca,
kuhadapi sedikit demi sedikit tapi tak selesai juga.

Kutuliskan terang-terang lewat sandi,
kukirimkan semaphore dengan bendera bergambar hati.*

Kita sengaja berbicara dengan bahasa yang berbeda,
berharap yang lain bersuara dalam sunyi setelah hujan reda.

Jangan bilang kau gemas, aku di sini harap-harap cemas,
sudah hati bergema panas, waktu lewat di tebing cadas.

Dalam malam bulan menawarkan cahaya semu,
padanya kutitipkan rindu untuk namamu.




Salemba, 15 Juni 2009
-dari kisah seorang sahabat-

*Dari judul foto di atas oleh Dennis Wiehahn "Man Sending Semaphore with Heart Flags"

4 komentar:

macangadungan mengatakan...

Puisinya manis
salam kenal :)

'IcHa' mengatakan...

terima kasih! salam kenal juga!

frozenmenye2 mengatakan...

coba mengirim pesan dalam diam
menitip pada sang angin

semoga sang angin tak berkhianat
hingga hati tak perlu cemas menanti jawaban

cha mengatakan...

thx frozen.. :)